,

Press Release SAS Institute

Menjelang Ramadhan 1439 H, terjadi aksi terorisme berturut-turut, penyanderaan dan pembunuhan keji oleh narapidana Terorisme di Mako Brimob, ledakan bom di tiga Gererja di Surabaya, Ahad (13/5), serta rencana pengeboman gereja-gereja lain di Jawa Timur.

Terkait dengan peristiwa kekerasan ini, SAS Institute menyatakan:

  1. Mengutuk keras tindakan sadistis yang tak berperikemanusiaan itu.
  2. Turut belasungkawa terhadap para korban, diiringi doa semoga selalu dalam rahmat Tuhan, dan keluarga diberikan kesabaran.
  3. Mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut, menangkap, dan mengadili para pelaku dan mereka yang terlibat serta menindak jaringan organisasi teroris hingga tuntas.
  4. Menghimbau masyarakat untuk bersatu melawan terorisme, tidak permisif, diam dan apatis terhadap aksi-aksi teror semacam itu.
  5. Mengharap partisipasi masyarakat untuk mengingatkan kepada pihak-pihak yang bersimpati atau setuju dengan aksi-aksi teroris bahwa mereka adalah bagian dari aksi teror sekaligus target korban teror selanjutnya.
  6. Mengharap pemerintah bertindak lebih serius dalam menangani radikalisasi yang menjadi habitat kelompok teroris. Berbagai riset dan rangkaian kejadian teror menunjukkan bahwa meningkatnya radikalisme menjadi sebab utama berkembangnya berbagai kelompok teroris dan meningkatnya intensitas serangan teror.
  7. Menyerukan kepada para pihak yang gemar menyebarkan, intoleransi, kebencian dan adu domba untuk menghentikan cara-cara tak beradab itu. Tindakan destruktif semacam itu, atas dasar kepentingan apapun, terbukti mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang akan dilawan oleh rakyat Indonesia.
  8. Menghimbau kepada para ulama, rohaniawan, dan tokoh agama untuk bergandengan tangan menuntun umat agar terus membangun persaudaraan, persatuan, dan hubungan harmonis antar pemeluk agama dan keyakinan.
  9. Menghimbau para kiai, ulama, ajengan, abuya, tuan guru, dan ustadz untuk tak jemu-jemu dan terus mengajarkan Islam Wasatiyah, Islam Rahmatan lil alamin, Islam yang cinta perdamaian, kasih sayang, dan pesaudaraan berdasarkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Insaniyah sebagaimana telah menjadi ciri Islam Nusantara.

Dr. HM. Imdadun Rahmat
Direktur Said Aqil Siroj Institute

Leave A Comment