Tentang SAS Institute

Said Aqil Siroj Istitute (SAS Institute) adalah lembaga nirlaba yang memiliki keperdulian terhadap pengembangan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan (nasionalisme) antara lain patriotisme, persatuan, persaudaraan, inklusifitas, toleransi (menghargai keragaman dan kebhinekaan), budaya dialog, dan anti kekerasan. SAS Institute juga concern terhadap issue keadilan dan pemberdayaan masyarakat. Kelahiran lembaga ini dibidani oleh tokoh-tokoh nasional angkatan muda lintas kelompok, agama, dan lintas partai yang dipertemukan oleh kesamaan keprihatinan terkait berbagai persoalan dan tantangan kebangsaan. Lahirnya lembaga ini terinspirasi dari gagasan, pemikiran dan kiprah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj sebagai pemimpin agama maupun sebagai tokoh bangsa yang nasionalis, figur pengayom serta pemersatu. Kiai Said dikenal sebagai tokoh pembaharu dengan ide dan pemikiran progresif yang berpengaruh kuat terhadap kalangan elit maupun masyarakat awam, dan menginspirasi generasi muda. Kiai Said adalah garda depan dalam membangun titik temu antara keislaman dan keindonesiaan.

Kiai Said adalah pelopor toleransi dan kerja sama lintas identitas; suku, ras, keyakinan politik maupun agama. Kiai Said juga tak kenal lelah mendorong dan menfasilitasi gerakan pemberdayaan masyarakat baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengorganisasian kelompok, dan pengembangan ekonomi rakyat. Sebagai tokoh panutan, Kiai Said tidak ragu, lugas dan blak-blakan dalam menyampaikan kritik kepada legislator dan pemerintah terkait dengan kebijakan yang tidak tepat atau tidak adil. SAS Institute diniatkan sebagai sarana menggemakan (echoing), penguatan (emphowering) dan percepatan (accelerating) ide, gagasan dan pemikiran besar KH. Said Aqil Siroj agar terwujud dalam kenyataan. Program-programnya meliputi penelitian, kajian, seminar (dialog public), pendidikan masyarakat melalui public campaign terutama di kalangan anak muda millenia. Selain itu juga policy drafting (perancangan kebijakan) dan pendampingan masyarakat.

Visi:

Terwujudnya bangsa Indonesia yang berkeadaban, berkeadilan dan berkemakmuran.

Misi:

  1. Mendorong berkembangnya nilai-nilai kebangsaan (nasionalism), budaya perdamaian (peace), keterbukaan (inclusiveness), toleransi dan kerjasama lintas identitas terutama di kalangan anak muda millenia.
  2. Mewadahi pengembangan diskursus Islam moderat, Islam Nusantara, Islam yang progresif-berkemajuan, dan kompatibilitas Islam dan Pancasila.
  3. Mendorong advokasi kebijakan public dan penguatan masyarakat dalam bidang pendidikan, politik, dan ekonomi.

Tujuan:

  1. Terumuskannya gagasan, pemikiran dan konsep-konsep untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.
  2. Tersosialisasinya budaya inklusif dan wacana agama yang toleran dan damai (anti kekerasan) serta pengarus-utamaan (mainstreaming) semangat Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Berlangsungnya dialog yang positif, sehat dan jernih antara wacana keislaman dan wacana kebangsaan.
  4. Terwujudnya kebijakan public (regulasi dan Undang-undang) yang berpihak pada keadilan.
  5. Menguatnya pendampingan dan pengorganisasian masyarakat dalam rangka memajukan kesadaran hukum, HAM dan partisipasi politik, serta pemberdayaan ekonomi.
Pembagian Divisi

Berfokus pada
Program Utama
SAS Institute

SAS Institute diniatkan sebagai sarana menggemakan (echoing), penguatan (emphowering) dan percepatan (accelerating) ide, gagasan dan pemikiran besar KH. Said Aqil Siroj agar terwujud dalam program-program nyata

Divisi

Kajian, penelitian dan policy drafting

Divisi

Dialog Publik dan Public Campaign

Divisi

Pemberdayaan, pendampingan dan Jaringan

Divisi

Promosi Islam Nusantara

Pengurus SAS Institute

Lembaga ini dibidani oleh tokoh-tokoh nasional angkatan muda lintas kelompok, agama, dan lintas partai

Dewan Pengurus

Dewan Eksekutif